Mei 2020
Memulai lagi meski harus dipaksa
By: Yuliati
Bismillah...
Mulai lagi untuk menulis walaupun memaksakan diri. Satu prinsip untuk ibadah dan menulis, ya.... harus dipaksa dulu baru bisa terbiasa.
Dua PR menumpuk. Tugas kuliah online kedua dan ketiga. Ada saja alasan untuk tidak mulai menulis. Mulai dari kesibukan kerja sampai pekerjaan rumah tangga. Merasa seolah paling sibuk di dunia.
Terkadang malu pada diri sendiri. Tapi menguatkan diri untuk tetap berusaha. Walau harus diselesaikan bertahap. Menulis memang tidak mudah tapi yang lebih berat dari itu adalah menjaga konsistensi dalam menulis.
Teknik menulis bisa dipelajari teknik untuk tetap konsisten dalam sebuah pekerjaan membutuhkan tekad yang kuat dari dalam diri.
Berkaca dari kisah perjalanan literasi ibu Sri Sugiastuti sebagai narasumber dalam pelatihan menulis bersama Om Jay, tak ada kata terlambat untuk memulai. Ibu Sri memulai karir menulisnya dalam usia lima puluhan. Bertaut 10 tahun dari usia ku sekarang.
Panjang penuturan beliau mengisahkan perjalanan menulis buku-buku yang telah terbit di penerbit indie maupun mayor. Dari kisahnya banyak hal yang membuat kita semua harus mengagumi sosok ibu Sri. Kemauan belajar dan keingintahuan yang tinggi membuat beliau selalu mengupdate diri dengan mengikuti berbagai komunitas menulis.
Beliau menyampaikan pepatah yang menyebutkan jika ingin menjadi penulis banyak lah bergaul dengan para pencinta literasi. Sebagaimana seseorang yang berteman dengan penjual minyak wangi maka ia akan kecipratan wanginya. Usahaku untuk bisa menulis salah satunya adalah dengan bergabung dengan penulis - penulis hebat yang ikhlas berbagi dan membimbing kami yang tergabung dalam grup belajar menulis di WAG.
Menurut Ibu Sri menjaga komitmen untuk menulis merupakan sebuah keharusan jika ingin menjadi seorang penulis. Tidak ada alasan untuk tidak menulis bagi orang-orang yang mencintai dunia literasi.
Semangat nulis ibuk 😊
BalasHapusSemoga kita ketularan minyak wanginya bu Sri Sugiati, aamiinn