3 Cara Guru Tetap Optimis di Masa New Normal
By: Yuliati
Ilustrasi (ayomedianetwork)
Bismillah…
Mendengar kata New Normal bagi orang-orang yang tinggal di perkotaan mungkin bukan sebuah istilah yang aneh. Mereka akan langsung memahami apa makna dari New Normal.
Tapi bagi sebagian besar penduduk yang tinggal di pedesaan dan daerah-daerah terpencil akan sulit memahami arti New Normal jika tidak ada sosialisasi dari pemerintah terdekat atau dari orang-orang yang paham.
Saat ini New Normal telah diberlakukan di semua aspek masyarakat. Kecuali aspek pendidikan yang masih terus diperdebatkan. Meskipun demikian sebagai seorang pendidik mempersiapkan diri menghadapi kehidupan New Normal adalah sebuah keniscayaan.
Banyak suara-suara sumbang yang pesimis dengan kebijakan New Normal di bidang pendidikan. Selaku guru banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menghadapi kehidupan New Normal di bidang pendidikan. Beberapa pakar telah mengusulkan untuk menggunakan model Blended Learning yaitu menggunakan kombinasi daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan).
Sebuah tantangan besar bagi para guru untuk mampu menyesuaikan diri dalam kondisi ini. Apalagi para guru di daerah yang memiliki keterbatasan masalah jaringan. Namun hal tersebut bukan halangan untuk tetap optimis menghadapi New Normal ini.
Hal pertama yang bisa kita lakukan adalah menambah wawasan kita tentang dunia komunikasi melalui jaringan. Banyak tutorial yang bisa kita lihat di youtube untuk mengembangkan kemampuan kita sehingga lambat laun kita akan terbiasa.
Yang kedua adalah menambah wawasan keilmuan kita tentang cara menyampaikan materi kepada anak melalui media internet yang disepakati. Saat ini banyak Webinar-webinar yang diselenggarakan oleh organisasi-organisasi pendidikan terutama PGRI untuk membantu para guru menggali kemampuan mereka dalam memberikan pelayanan terbaik kepada anak didik meskipun dalam suasana pandemi seperti saat ini.
Yang ketiga tetaplah menjadi guru kreatif dalam kondisi terbatas sekalipun. Kreatif menciptakan pembelajaran yang melibatkan seluruh gaya belajar siswa sehingga siswa tidak mengalami kebosanan di depan layar dalam waktu yang lama.
Demikian yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat.

Okee..
BalasHapus☺️
HapusMantuuuul bu
BalasHapusMksh bunda
Hapus