Sabtu, 18 Juli 2020

menyelami lautan dunia penerbitan

Menyelami Lautan Dunia Penerbitan

(Joko Irawan Mumpuni, 8 Juli 2020)

By: Yuliati

 

Bismillah…

Dalam kesempatan materi kali ini, Bapak Joko Irawan Mumpuni direktur Penerbitan Penerbit Andi, penulis buku bersertifikat BSNP, Ketua 1 IKAPI DIY, dan Asesor BSNP berkenan berbagi ilmu dengan peserta WAG Belajar Menulis Bersama Om Jay. Sebuah kehormatan dapat mendengarkan langsung melalui suara beliau penegtahuan yang belum pernah kami miliki sebelumnya.

Sebenarnya ada tiga paparan yang akan beliau sampaikan. Namun karena waktu yang tidak mengijinkan maka hanya paparan 1 yang dapat beliau sampaikan. Paparan pertama beliau menegnai Menulis Buku Yang Diterima Penerbit (WritingPreneurship). Namun beliau berjanji akan berbagi dua paparan yang tidak dapat disampaikan yaitu Menulis Buku Ajar dan Teknis Menulis Buku pada kesempatan yang lain. Semoga dapat terlaksana.

 

Fungsi Publikasi

Seorang guru, pendidik tak jarang juga disebut sebagai akademisi. Seorang akademisi sangat akrab dengan dunia penulisan. Namun sebuah tulisan akan memiliki arti apabila dipublikasikan.

Adapun fungsi publikasi bagi akademisi adalah:

1.      Orientasi pada profit

2.      Nirlaba (pengabdian)

3.      Branding / Promosi

4.      Memenuhi regulasi / akreditasi untuk kenaikan pangkat

 

Terkait dengan hal tulis menulis ada beberapa posisi yang dapat digambarkan melalui beberapa tahapan.

 

Yang menjadi pertanyaan adalah saat ini kita berada pada tahapan mana?

Setelah membaca materi ini semoga kita bisa mencapai tahap teratas. Seperti terlihat pada gambar di atas sebagai seorang yang berhasil membuat dirinya mampu menulis.

Ekosistem penerbitan

Penerbit adalah perusahaan yang mencari keuntungan. Otomatis penerbit hanya akan menerbitkan buku yang dapat mendatangkan keuntungan. Sebuah ekosistem penerbitan yang disederhanakan akan melalui 4 komponen yang saling berkaitan. Terdiri dari penulis, penerbit, penyalur, dan pembaca.

Dalam sebuah proyek penerbitan sebuah buku keuntungan terkecil didapatkan oleh penerbit. Namun karena proyek penerbitan buku itu berjumlah banyak maka yang sedikit itu juga bisa mendatangkan keuntungan yang besar.

 

Penghambat pertumbuhan industri penerbitan

Ada beberapa hal yang menjadi penghambat dalam pertumbuhan industri penerbitan. Diantaranya:

1.      Minat baca

Termasuk didalamnya kurangnya budaya baca bagi masyarakat kita. Dan kurangnya bahan bacaan dan kualitas bacaan.

2.      Minat tulis

Selain pengetahuan yang rendah dan anggapan yang salah tentang dunia penulisan. Masyarakat kita sebagian besar masih terbiasa dengan budaya berbicara bukan budaya tulis. Sehingga minat menulis masih sangat rendah.

3.      Apresiasi hak cipta

Pembajakan buku di Indonesia bukan hal baru. Namun saat ini yang banyak berkembang dan lebih merugikan adalah duplikasi non ilegal. Buku asli discan kemudian dijadikan bentuk PDF sebagai E-book sehingga para pembajak lebih mudah menjalankan aksinya tanpa mengeluarkan banyak biaya.

 

Proses naskah menjadi buku

Secara singkat proses penerbitan sebuah buku melalui beberapa tahapan.

1.      Mengirim naskah berupa hardcopy agar lebih aman

2.      Penerbit mereview naskah sebagai evaluasi pertimbangan ekonomi

3.      Setelah dinyatakan diterima maka akan diminta softcopy

4.      Editing dan setting naskah

5.      Setting naskah dan cover (termasuk judul)

6.      Sebelum dicetak massive, buku akan dikirim untuk dikoreksi penulis. Kemudian dikembalikan lagi ke penerbit

7.      Tahap akhir adalah pencetakan secara massive

 

Ciri – ciri penerbit yang baik

1.      Memiliki visi dan misi yang jelas

2.      Memiliki bussines core lini tertentu

3.      Pengalaman penerbit

4.      Jaringan pemasaran

5.      Memiliki percetakan sendiri

6.      Keberanian mencetak jumlah eksemplar

7.      Kejujuran dalam membayar royalti

Yang paling terpenting dari beberapa ciri di atas kejujuran penerbit adalah kejujuran penerbit dalam membayar royalti kepada penulis. Karena penulis tidak pernah tahu jumlah sebenarnya sehingga ada peluang ketidak jujuran penebit dalam hal ini.

Apa yang diperoleh penulis?

Apabila buku yang kita kirimkan ke penerbit diterima oleh penerbit maka penulis akan memperoleh:

1.      Peningkatan finansial. Finansial yang diperoleh dari royalti,diskon pembelian langsung, seminar / mengajar

2.      Peningkatan karir

3.      Kebutuhan / kepuasan batin

4.      Reputasi. Buku yang terpublikasi akan meningkatkan reputasi penulisnya

 

Sistem penilaian di penerbitan

Untuk memutuskan sebuah buku diterima atau tidak oleh penerbit ada empat faktor penilaiannya. Yaitu:

1.      Editorial                                              bobot ± 10%

2.      Peluang potensi pasar                          bobot ± 50%

3.      Keilmuan                                             bobot ± 30%

4.      Reputasi penulis                                  bobot ± 10%

Peluang potensi pasar merupakan faktor penentu terbesar dalam penilaian sebuah buku. Tetapi tidak menutup kemungkinan reputasi penulis menjadi faktor penentu terbesar. Karena reputasi penulis yang sangat baik di dunia penulisan tersebut sehingga peluang potensi pasar pun akan sangat besar.

 

Jenis-jenis naskah yang diterbitkan

1.      Tema tak populer, penulis populer

2.      Tema populer, penulis populer

3.      Tema tak populer, penulis tak populer

4.      Tema populer, penulis tak populer

Pilihan naskah terbaik bagi pemula adalah poin keempat. Dengan menulis tema yang populer meskipun penulis tidak populer maka kemungkinan naskah diterima akan ada.

Penerbit mengetahui trend sebuah tema penulisan berdasarkan research yang berdasarkan data-data valid tim khusus yang telah dibentuk oleh penerbit. Yang paling umum untuk melihat trend suatu tema adalah melalui searching di internet. Kita dapat melihat sajian grafik suatu tema sehingga menjadi dasar bagi kita untuk menulis sebuah buku.

Reputasi menulis dapat dicari melalui google scholar atau cendikia. Guru atau dosen yang memiliki akun di google cendikia lebih disukai pasar dunia yang dapat dilihat dari jumlah sitasi atau karya yang dikutip penulis lain.

 

Empat kwadran kategori naskah dasar penentuan Oplah

Oplah adalah dasar perhitungan jumlah cetakan pertama sebuah buku. Empat kategori tersebut adalah:

1.      Market sempit, lifecycle panjang

2.      Market lebar, lifecycle panjang

3.      Market lebar, lifecycle pendek

4.      Market sempit, lifecycle pendek

 

Proses administrasi naskah di penerbitan

Proses administrasi naskah dari masuk hingga terbit telah dijelaskan di atas. Namun yang masih menjadi pertanyaan adalah berapa lama waktu yang diperlukan sebuah naskah hingga bisa menjadi sebuah buku. Tidak ada kepastian waktu megenai lamanya sebuah buku akan diterbitkan. Tidak pula berdasarkan antrian masuk naskah ke penerbit. Yang lebih menentukan dalam pertimbangan penerbitan sebuah buku adalah waktu penggunaan buku oleh pasar. Paling lambat tiga bulan sebelum buku beredar naskah sudah diolah agar penerbit bisa menerbitkan buku yang berkualitas.

 

Semoga bermanfaat. Salam literasi.


Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.