Minggu, 02 Agustus 2020

Kiat Menulis Melalui Freewritting

Kiat Menulis Melalui Freewritting

[Rabu, 1 Juli 2020, Bapak Muhamad Firman Suwarya, M.Kom)

By: Yuliati

 

Bismillah…

Muhammad Firman Suwarya, biasa dipanggil dengan Firman. Penulis Buku Informatika SMP. Pengurus Ikatan Guru TIK PGRI. Pada kesempatan ini beliau menyampaikan pengalaman menulis dan menerbitkan buku khususnya berbagai hal tentang FreeWritting. Pengalaman dan ilmu yang beliau bagikan dengan bahasa yang santai. Mengalir saja seperti aliran sungai yang tenang. Sehingga peserta merasa mudah untuk memahami penjelasan beliau. 

Pengertian FreeWritting

Freewriting yaitu teknik menulis cepat tanpa hambatan. Beliau melanjutkan penjelasan dengan memberikan tantangan pada peserta pelatihan untuk menulis 1 hari 5 lembar dalam 30 hari. Jika berani konsisten menulis 5 lembar perhari,  akan menjadi seorang penulis yang handal dan produktif.

Menurut beliau secara umum memang menulis sebanyak 5 halaman itu membutuhkan waktu berjam-jam. Belum lagi efeknya bertemu dengan rasa bosan yang membelenggu. Dan itu memang penyakit yang menghinggapi hampir semua penulis baik yang baru belajar menulis ataupun penulis yang sudah menjadi penulis handal.

Bahaya penyakit ini adalah biasanya diawali menyerang ke pikiran, cirinya tiba-tiba ide-ide yang kita punya hilang entah kemana. Lalu bingung harus menulis apa lagi, puyeng, dan sederet saudara-saudaranya. Dan dampak endingnya yaitu kita akan capek, lelah, malas untuk menulis.

Terkadang saat malas menghinggapi, ketika mau nulis lagi, tiba-tiba mendadak mendapatkan ide yang baru, lalu kita mulai menulis. Lalu apa yang terjadi...? Ditengah jalan sebelum ide baru yang menurut kita lebih bagus itu belum selesai ditulis tiba-tiba muncul ide baru lagi. Alasan dan pikiran kita sama seperti pertama, yaitu ide baru tersebut lebih dan lebih bagus dari ide pertama.

Kondisi seperti itu dalam dunia kepenulisan biasa disebut dengan “Lingkaran Setan Kebuntuan” tidak pernah selesai. Terkadang, mulai menulis lagi, menulis lagi tapi, tidak ada yang selesai. Tidak ada karya yang bisa dihasilkan. Akhirnya kita mungkin bisa stress.

 

Caranya mengatasi lingkaran setan kebuntuan

1.      memahami dan menerapkan Freewriting ini..?

Mungkin saja nanti muncul ada pemikiran kita, “jangan-jangan saya tidak ada bakat untuk menjadi penulis? Pertanyaannya bagaimana sih memahami dan menerapkan dari Freewriting ini?

Sebagai ilustrasi sederhana, ketika kita akan melalukan ujian. Misal dulu Ujian Nasional. Ujian itu akan dimulai dari pukul 07.00 dengan 09.00 selama 120 menit atau 2 jam. Dan kita harus segera datang tepat waktu agar bisa menyelesaikan ujian itu dengan baik, benar, dan yakin. dari 50 soal yang diberikan..

Namun, entah apa yang terjadi tiba-tiba saat menuju ke sekolah atau tempat tes ujian kita, jalanan macet total. Sehingga memakan hampir 1 jam dari durasi tes ujian kita. Kira-kira dalam kondisi seperti ini apa yang kita lakukan? belum lagi melihat soal-soal yang susah dan masih kosong belum diisi. Tapi harus di isi, dan dikerjakan dan harus mendapatkan nilai bagus. Sekali lagi apa yang kita lakukan ? NGEBUT,  kita harus ngebut mengisi soal ujian itu karena kejar-kejaran dengan waktu. Itulah  gambaran singkat tentang Freewriting

2.      Langkah pertama yang harus kita lakukan supaya bisa freewriting.

Solusinya sederhana namun harus yakin. Ide muncul langsung ditulis, sampai ending ide itu dimana. Menyangkut situasi ini berkaitan dengan waktu maka kita harus menyiapkan atau meluangkan waktu. Bukan memanfaatkan waktu luang. Untuk itu dilaksanakan secara kontinyu terus menerus, tidak perlu lama, misal 30 sampai 60 menit setiap harinya.

Berawal dari sulitnya menemukan ide yang pas, sampai-sampai harus konsul dengan teman dan lain sebagainya. Sehingga menemukan suatu kekuatan berupa komitmen bahwa jelek, kurang bagus, bagus, atau sejenisnya pokoknya ditulis. Kemudian dari situ mulai dari bagaimana membuat outline. Setelah outline jadi dengan suatu catatan bahwa otuline hanya secara garis besar saja, dalam perjalanannya kemungkinan akan mengalami perkembangan dan sejenisnya.

Selanjutnya menulis satu persatu dengan alokasi waktu yang diluangkan. Terus kontinyu pada waktu yang sama. Menulis pada waktu yang telah kita tetapkan bukan tidak ada halangan atau tantangan. banyak sekali tantangannnya. Namun kita tetap harus konsisten untuk meluangkan waktu.

Cara menentukan ide yang harus di eksekusi menjadi tulisan  

Ide yang paling kita kenal dan kuasai. Sehingga nanti eksekusi ide akan ditulis dengan hati. Itulah kuncinya jika kita menulis dengan hati biasanya akan mampu menyentuh hati pembaca. Ketika kita sedang menulis dan mengalami kebuntuan. Tiba-tiba muncul ide baru, biarkan dulu. Buat satu tekad, ide baru itu akan ditulis, tapi nanti setelah tulisan kita selesai. Maka dari situ kita harus benar-benar menyelesaikan tulisan itu.

Hal-hal yang perlu kita perhatikan ketika menerapkan teknik free writing

Secara sederhana konsep Freewriting, harus ditulis secepatnya terhadap ide yang muncul. Jangan takut salah atau keliru. jangan takut jelek hasilnya, apalagi takut salah ketik. Yang penting tulis dan tulis sampai habis. Modalnya ide, dan ide bisa muncul dari mana saja.

Hal-lain lain dalam freewriting nanti pada saat proses editing. Apakah freewriting tidak akan menghasilkan tulisan yang asal jadi tapi kurang berkualitas?

Bukankah ngebut atau buru-buru itu tidak baik? Apakah freewriting sama dengan “nulis secara ngebut”.? Hasil tulisan yang berkualitas atau kurang berkualitas biasanya, bisa ditentukan dari faktor ide yang muncul. Jika ide yang muncul bagus dan berkualitas, lalu lanjut dengan outline yang berkualitas, maka hasil tulisan juga akan tidak jauh dari situ, yaitu bagus dan berkualitas.

Dalam prakteknya menulis berkualitas terkadang menuntut kita agar mengikuti, mematuhi dan lain-lain sebelum tulisan itu selesai ditulis. Sehingga tulisan kita akhirnya tidak bisa selesai. Dengan freewriting ini akan mujarab menjawab atau solusi itu. Jika ada yang kurang pas dapat di lanjutkan pada tahap editing.

Rasa bosan adalah penyakit yang sangat berbahaya melebihi covid 19. Hati hati dan waspada dia menyerang dengan tiba tiba maka kita harus pupuskan dengan coba dan coba lagi. Sampai kapan kita harus mencoba maka jawabannya sampai kita sukses.

Yakin dan percayalah. Siapa pun bisa jadi apa pun asalkan dia mau berusaha dan berdoa. Dan kunci utamanya adalah percaya diri. Teruslah menulis dan menulis jangan pernah berhenti. Wujud kan cita cita untuk menerbitkan buku. Kobarkan semangat dalam dada

Salam semangat menulis FreeWritting.

Semoga manfaat.


Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.