Mengupas
Tuntas Pemasaran Buku Di Masa Pandemi
(10 Juli 2020 Agust Subardana, S.E., M.M., CDS)
By: Yuliati
Bismillah…
Menulis adalah berjuang, penulis adalah pahlawan yang akan
dikenang selama-lamanya
Lembaran karya adalah
medan pertempuran, pena adalah senjatanya
Buku adalah gudang ilmu,
membaca adalah kuncinya
Membaca adalah jendela dunia
Bapak Agus
Subardana seorang Direktur Pemasaran di Penerbit Andi malam ini berkesempatan
memberikan pemaparan mengenai Pemasaran
buku di saat pandemi ini.
Dari sisi pemasaran penjualan buku selama pandemi
ini mengakibatkan beberapa dampak.
1. Yang pertama jaringan toko buku seluruh
indonesia mengalami tutup sementara dalam kurun waktu hampir empat bulan ini.
2. Dampak yang kedua adalah banyak orang
yang takut datang ke toko buku baik yang ada di mall – mall atau di toko buku
biasa.
3. Terjadi penurunan omset toko buku kurang lebih 70%-80%
4. Banyak penerbit yang berhenti mendistribusikan buku ke toko buku
5. Banyak
penerbit yang gulung tikar maupun bangkrut
Selama masa pandemi corona ini kita bisa melihat grafik pengunjung di toko buku Gramedia mengalami penurunan yang sangat tajam. Turun naik pada pertengahan Juni tetapi sudah mulai mengalami kenaikan pada awal Juli untuk pengunjung ke toko buku gramedia setelah dibuka khusus yang sesuai dengan protokol Covid-19.
Dalam menghadapi pandemi ini penerbit buku perlu
melakukan strategi yaitu pentingnya bagaimana kita mentransformasi digital
dengan dampak pandemi Covid-19 telah
mengubah dunia menuju era low touch ekonomi. Era ini ditandai dengan interaksi
antar individu yang minim sentuhan fisik atau low touch. Keharusan mengecek
kesehatan dan keselamatan perilaku yang baru harus bergeser ke sektor sektor
industri terutama sektor industri perbukuan.
Perubahan ini tentu akan berdampak ke banyak hal
mulai dari tempat bekerja, cara belajar mengajar, kehidupan
keluarga hingga aktivitas sosial itu mengalami perubahan yang begitu pesat dan
besar dalam menghadapi badai corona ini. Maka untuk itu pemasaran buku
menggunakan strategi utama yaitu digital marketing dalam melakukan transportasi
mendasar pada bisnis penerbitan buku.
Dalam digital marketing kita harus menyesuaikan diri
dengan era new normal. Kita akan menyesuaikan dengan sistem marketing supaya tetap
bisa eksis yaitu dengan digital marketing. Digital marketing inilah yang di
dalamnya ada branding, sosial media, konten marketing lewat email marketing,
video production, app development.
Alasan penerbit memakai digital marketing adalah:
1. digital marketing sangat efektif sekali bagi pemasaran buku. Salah satunya untuk bisa membantu meningkatkan penjualan.
2. Kita harus tetap berhubungan dengan pelanggan buku di media social.
3. Pastikan bahwa buku yang kita jual mudah ditemukan online yaitu dengan cara di dalam website kita dan semua market place yang kita hubungi baik itu marketing market place yang ada di indonesia ini ada bukalapak, tokopedia, shopee, bli.bli, belanja dot com dan sebagainya.
4. Kita juga membangun hubungan reseller untuk bisa menjadi tim yang bisa memasarkan buku buku ke konsumen. Kita juga lakukan ke media sosial yang lainnya semacam wa, facebook, instagram dan juga youtube untuk memastikan bahwa buku tetap di diminati oleh konsumen.
5. Lewat berbagai komunitas. Komunitas yang ada sesuai dengan kategori product yang dimiliki. Misalkan produk untuk novel itu juga kita akan masuk ke komunitas komunitas novelis, kalau ke komunitas guru produk berkenaan sarana penunjang pendidikan.
6. Mengadakan promo promo khusus dengan adanya pandemi corona ini dengan mengadakan penawaran promo khusus semacam memberikan diskon yang lebih kepada konsumen untuk menarik konsumen.
7. Mengadakan event event semacam webinar lewat melalui youtube live streaming dan juga lewat grup wa dan sebagainya.
8. Membangun brand yang tanggap situasi dengan menumbuhkan empati maksudnya adalah bagaimana kita cepat dalam merespon setiap ada yang ingin membeli buku kita harus cepat meresponnya dan cepat juga dalam mengirimnya setelah ada transaksi.
9. Berikan informasi buku yang sesuai keinginan konsumen yang telah menghubungi kita.
10. Jika ada komplain harus cepat memberikan solusi yang jelas, akurat, dan tepat. Sehingga terukur dan terencana dalam hal memberi solusi terhadap konsumen.
Cara lain untuk mempertahankan pemasaran buku adalah
strategi pemasaran yang lebih menargetkan pelanggan secara personal atau yang
dikatakan personalize marketing. Dengan adanya digital ini dapat menampilkan
iklan atau informasi dengan target orang secara personal. Hal ini dimungkinkan dengan adanya teknologi yang mampu
mengidentifikasi kebutuhan pelanggan secara personal melalui karakteristik
pencarian yang terhubung dengan internet dan karakter yang sesuai dengan
konsumen tersebut.
Jadi kita bisa mempertahankan pemasaran buku ini
dengan sistem strategi continuous marketing artinya pemasaran itu selalu
berkelanjutan yang menghubungkan semua lini pemasaran dengan media sosial terus
menerus. Program marketing ini secara continue akan mensyaratkan marketing yang
berjalan terus menerus menyasar pengguna sosial media dan dapat dievaluasi
dengan cara yang sangat akurat.
Tak lupa juga dalam memasarkan produk buku ini kita
juga harus terintegritasi dengan digital marketing. Artinya terintegritasi
digital marketing adalah bagaimana cara marketing yang menggabungkan seluruh
digital marketing yang telah disebutkan di atas dan digunakan dalam sebuah
website dengan menggunakan integrity marketing. Aktivitasnya akan dapat
berjalan sekaligus dengan cara kerja yang sangat sederhana tetapi memiliki
dampak yang luar biasa dalam marketing karena terintegrasi satu yang lain
sehingga media sosial tersebut sekali kita upload akan terinformasikan atau terkoneksi
antar media sosial satu dan yang lain.
Strategi yang lain dalam hal pemasaran buku ini kita
juga harus menggunakan suatu konten marketing yang menarik. Pengguna internet
sekarang ini selalu mencari berbagai informasi melalui internet. Informasi apa
saja yang mereka butuhkan hampir seluruhnya tersedia. Maka strategi pemasaran
dengan model konten marketing ini sangat tepat bisa menarik konsumen dengan
beragam informasi yang disediakan di dalam website tersebut.
Informasi yang dibuat bisa berupa artikel atau teks
atau video gambar atau bahkan hasil riset tertentu bisa kita masukkan dalam
konten marketing ini. Maka informasi yang disediakan itu harus memiliki
keterikatan atau relevansi dengan usaha bisnis yang sedang kita miliki. Misalkan
dalam rangka mempertahankan pemasaran buku tetap eksis di situlah kita harus mencari
artikel artikel yang sesuai dengan konten yang akan kita pasarkan. Berikan
suatu gambaran melalui video atau gambar sebagai cara yang menarik untuk
konsumen. Sehingga konten marketing ini harus benar benar mempunyai bobot yang
baik di benak konsumen dan bermanfaat untuk dibeli oleh konsumen.
Di dalam pemasaran buku melalui digital marketing kita
juga perlu menghadirkan visual marketing. Karena visual marketing ini sangat
penting tidak hanya untuk di dunia nyata tetapi juga bisa di dunia maya seperti
instagram dan juga youtube dan juga visual promosi yang lain. Dibutuhkan banyak
kerja sama untuk bisa menyediakan gambar visual yang sangat tajam dan
mengandung manfaat bagi konsumen.
Dalam digital marketing untuk memasarkan buku kita
sangat memerlukan peran besar dari google adword untuk meningkatkan suatu
performa marketing. Karena google adwords ini merupakan sarana berbayar, namun
potensi return yang dihasilkan dari google adword ini sangat besar sehingga
google ini yang dikenal dengan PC atau paper klik itu sangat bermanfaat untuk
bisnis apa pun. PC ini merupakan sebuah metode melalui engine google untuk mem
membawa banyak visitor ke website tujuan.
Pemasaran buku di sekolah adalah sasaran produk penerbit
yang sangat berpotensi. Dengan adanya kebijakan terkait dana bos atau bantuan
operasional sekolah ini, tiap sekolah boleh mengembangkan perpustakaan. Dalam
pengembangan perpustakaan ini produk buku itu sangat dibutuhkan agar kita bisa
menyuplai atau memberikan gambaran kategori yang bermanfaat untuk perpustakaan sekolah
masing masing.
Dengan kebijakan terkait dana bos ini maka sekolah
juga bisa mengalokasikan pembelian buku untuk perpustakaan. Karena dengan
kondisi pandemi saat ini siswa di rumah perlu banyak membaca buku. Dengan
adanya fasilitas perpustakaan dari sekolah, otomatis siswa akan bisa meminjam
buku perpustakaan sekolah yang dibawa ke rumah untuk dibaca. Menu buku perpustakaan
yang disediakan di penerbit andi cukup variatif. Banyak sekali produk buku
untuk menu perpustakaan kelas tingkat SD, SMP, SMA/SMK dan Perguruan Tinggi.
Penerbit Andi juga menyediakan pelayanan pembelian
buku dari dana bos melalui SIPLAH yaitu sistem Informasi Pembelian Sekolah
lewat marketplace sesuai dengan aturan yang ada dalam penggunaan dana BOS. Penerbit
Andi memakai marketplace belanja.com dan Bli-bli.com sebagai sarana untuk bisa
memasarkan produk produk yang ada di dalam aturan main dana BOS.
Penerbit Andi ini juga menyediakan buku teks utama K13
yaitu buku HET (harga eceran tertinggi). Buku pelajaran untuk pendamping dan
buku pelajaran peminatan. Juga buku khusus smk yaitu produktif atau keahlian. Buku
ajar informatika kelas empat SD kelas enam dan SMP kelas tujuh sampai kelas
sembilan dan SMA kelas sepuluh sampai kelas sebelas. Buku perpustakaan baik
buku fisik dan e-book juga alat alat olahraga dan alat alat kesenian.
Sebagai pemaparan akhir, Bapak Agust Subardana menyampaikan
urutan ranking buku-buku yang laris di toko. Buku novel merupakan ranking
teratas penjualannya di toko buku. semoga informasi ini bermanfaat bagi kita. salam literasi
0 komentar:
Posting Komentar