Minggu, 02 Agustus 2020

Mengupas Tuntas Pemasaran Buku Di Masa Pandemi

Mengupas Tuntas Pemasaran Buku Di Masa Pandemi

(10 Juli 2020 Agust Subardana, S.E., M.M., CDS) 

By: Yuliati

Bismillah…

Menulis adalah berjuang, penulis adalah pahlawan yang akan dikenang selama-lamanya

Lembaran karya adalah medan pertempuran, pena adalah senjatanya

Buku adalah gudang ilmu, membaca adalah kuncinya

Membaca adalah jendela dunia

Bapak Agus Subardana seorang Direktur Pemasaran di Penerbit Andi malam ini berkesempatan memberikan  pemaparan mengenai Pemasaran buku di saat pandemi ini.

Dari sisi pemasaran penjualan buku selama pandemi ini mengakibatkan beberapa dampak.

1.  Yang pertama jaringan toko buku seluruh indonesia mengalami tutup sementara dalam kurun waktu hampir empat bulan ini.

2.    Dampak yang kedua adalah banyak orang yang takut datang ke toko buku baik yang ada di mall – mall atau di toko buku biasa.

3.    Terjadi penurunan omset toko buku kurang lebih 70%-80%


4.     Banyak penerbit yang berhenti mendistribusikan buku ke toko buku


5.     Banyak penerbit yang gulung tikar maupun bangkrut

 

Selama masa pandemi corona ini kita bisa melihat grafik pengunjung di toko buku Gramedia mengalami penurunan yang sangat tajam. Turun naik pada pertengahan Juni tetapi sudah mulai mengalami kenaikan pada awal Juli untuk pengunjung ke toko buku gramedia setelah dibuka khusus yang sesuai dengan protokol Covid-19.

Dalam menghadapi pandemi ini penerbit buku perlu melakukan strategi yaitu pentingnya bagaimana kita mentransformasi digital dengan dampak pandemi Covid-19  telah mengubah dunia menuju era low touch ekonomi. Era ini ditandai dengan interaksi antar individu yang minim sentuhan fisik atau low touch. Keharusan mengecek kesehatan dan keselamatan perilaku yang baru harus bergeser ke sektor sektor industri terutama sektor industri perbukuan.

Perubahan ini tentu akan berdampak ke banyak hal mulai dari tempat bekerja, cara belajar mengajar,   kehidupan keluarga hingga aktivitas sosial itu mengalami perubahan yang begitu pesat dan besar dalam menghadapi badai corona ini. Maka untuk itu pemasaran buku menggunakan strategi utama yaitu digital marketing dalam melakukan transportasi mendasar pada bisnis penerbitan buku.

Dalam digital marketing kita harus menyesuaikan diri dengan era new normal. Kita akan menyesuaikan dengan sistem marketing supaya tetap bisa eksis yaitu dengan digital marketing. Digital marketing inilah yang di dalamnya ada branding, sosial media, konten marketing lewat email marketing, video production, app development.

Alasan penerbit memakai digital marketing adalah:

1.  digital marketing sangat efektif sekali bagi pemasaran buku. Salah satunya untuk bisa                          membantu meningkatkan penjualan.

2.   Kita harus tetap berhubungan dengan pelanggan buku di media social.

3.  Pastikan bahwa buku yang kita jual mudah ditemukan online yaitu dengan cara di dalam                    website kita dan semua market place yang kita hubungi baik itu marketing market place yang                 ada di indonesia ini ada bukalapak, tokopedia, shopee, bli.bli, belanja dot com dan sebagainya.

4.   Kita juga membangun hubungan reseller untuk bisa menjadi tim yang bisa memasarkan buku             buku ke konsumen. Kita juga lakukan ke media sosial yang lainnya semacam wa, facebook,                    instagram dan juga youtube untuk memastikan bahwa buku tetap di diminati oleh konsumen.

5. Lewat berbagai komunitas. Komunitas yang ada sesuai dengan kategori product yang                         dimiliki. Misalkan produk untuk novel itu juga kita akan masuk ke komunitas komunitas                         novelis,  kalau ke komunitas guru produk berkenaan sarana penunjang pendidikan.

6.   Mengadakan promo promo khusus dengan adanya pandemi corona ini dengan mengadakan               penawaran promo khusus semacam memberikan diskon yang lebih kepada konsumen untuk                   menarik konsumen.

7.  Mengadakan event event semacam webinar lewat melalui youtube live streaming dan juga                 lewat grup wa dan sebagainya.

8.  Membangun brand yang tanggap situasi dengan menumbuhkan empati maksudnya adalah                   bagaimana kita cepat dalam merespon setiap ada yang ingin membeli buku kita harus cepat                     meresponnya dan cepat juga dalam mengirimnya setelah ada transaksi.

9.    Berikan informasi buku yang sesuai keinginan konsumen yang telah menghubungi kita.

10.  Jika ada komplain harus cepat memberikan solusi yang jelas, akurat, dan tepat. Sehingga                  terukur dan terencana dalam hal memberi solusi terhadap konsumen.

 

Cara lain untuk mempertahankan pemasaran buku adalah strategi pemasaran yang lebih menargetkan pelanggan secara personal atau yang dikatakan personalize marketing. Dengan adanya digital ini dapat menampilkan iklan atau informasi dengan target orang secara personal. Hal ini dimungkinkan  dengan adanya teknologi yang mampu mengidentifikasi kebutuhan pelanggan secara personal melalui karakteristik pencarian yang terhubung dengan internet dan karakter yang sesuai dengan konsumen tersebut.

Jadi kita bisa mempertahankan pemasaran buku ini dengan sistem strategi continuous marketing artinya pemasaran itu selalu berkelanjutan yang menghubungkan semua lini pemasaran dengan media sosial terus menerus. Program marketing ini secara continue akan mensyaratkan marketing yang berjalan terus menerus menyasar pengguna sosial media dan dapat dievaluasi dengan cara yang sangat akurat.

Tak lupa juga dalam memasarkan produk buku ini kita juga harus terintegritasi dengan digital marketing. Artinya terintegritasi digital marketing adalah bagaimana cara marketing yang menggabungkan seluruh digital marketing yang telah disebutkan di atas dan digunakan dalam sebuah website dengan menggunakan integrity marketing. Aktivitasnya akan dapat berjalan sekaligus dengan cara kerja yang sangat sederhana tetapi memiliki dampak yang luar biasa dalam marketing karena terintegrasi satu yang lain sehingga media sosial tersebut sekali kita upload akan terinformasikan atau terkoneksi antar media sosial satu dan yang lain.

Strategi yang lain dalam hal pemasaran buku ini kita juga harus menggunakan suatu konten marketing yang menarik. Pengguna internet sekarang ini selalu mencari berbagai informasi melalui internet. Informasi apa saja yang mereka butuhkan hampir seluruhnya tersedia. Maka strategi pemasaran dengan model konten marketing ini sangat tepat bisa menarik konsumen dengan beragam informasi yang disediakan di dalam website tersebut.

Informasi yang dibuat bisa berupa artikel atau teks atau video gambar atau bahkan hasil riset tertentu bisa kita masukkan dalam konten marketing ini. Maka informasi yang disediakan itu harus memiliki keterikatan atau relevansi dengan usaha bisnis yang sedang kita miliki. Misalkan dalam rangka mempertahankan pemasaran buku tetap eksis di situlah kita harus mencari artikel artikel yang sesuai dengan konten yang akan kita pasarkan. Berikan suatu gambaran melalui video atau gambar sebagai cara yang menarik untuk konsumen. Sehingga konten marketing ini harus benar benar mempunyai bobot yang baik di benak konsumen dan bermanfaat untuk dibeli oleh konsumen.

Di dalam pemasaran buku melalui digital marketing kita juga perlu menghadirkan visual marketing. Karena visual marketing ini sangat penting tidak hanya untuk di dunia nyata tetapi juga bisa di dunia maya seperti instagram dan juga youtube dan juga visual promosi yang lain. Dibutuhkan banyak kerja sama untuk bisa menyediakan gambar visual yang sangat tajam dan mengandung manfaat bagi konsumen.

Dalam digital marketing untuk memasarkan buku kita sangat memerlukan peran besar dari google adword untuk meningkatkan suatu performa marketing. Karena google adwords ini merupakan sarana berbayar, namun potensi return yang dihasilkan dari google adword ini sangat besar sehingga google ini yang dikenal dengan PC atau paper klik itu sangat bermanfaat untuk bisnis apa pun. PC ini merupakan sebuah metode melalui engine google untuk mem membawa banyak visitor ke website tujuan.

Pemasaran buku di sekolah adalah sasaran produk penerbit yang sangat berpotensi. Dengan adanya kebijakan terkait dana bos atau bantuan operasional sekolah ini, tiap sekolah boleh mengembangkan perpustakaan. Dalam pengembangan perpustakaan ini produk buku itu sangat dibutuhkan agar kita bisa menyuplai atau memberikan gambaran kategori yang bermanfaat untuk perpustakaan sekolah masing masing.

Dengan kebijakan terkait dana bos ini maka sekolah juga bisa mengalokasikan pembelian buku untuk perpustakaan. Karena dengan kondisi pandemi saat ini siswa di rumah perlu banyak membaca buku. Dengan adanya fasilitas perpustakaan dari sekolah, otomatis siswa akan bisa meminjam buku perpustakaan sekolah yang dibawa ke rumah untuk dibaca. Menu buku perpustakaan yang disediakan di penerbit andi cukup variatif. Banyak sekali produk buku untuk menu perpustakaan kelas tingkat SD, SMP, SMA/SMK dan Perguruan Tinggi.

Penerbit Andi juga menyediakan pelayanan pembelian buku dari dana bos melalui SIPLAH yaitu sistem Informasi Pembelian Sekolah lewat marketplace sesuai dengan aturan yang ada dalam penggunaan dana BOS. Penerbit Andi memakai marketplace belanja.com dan Bli-bli.com sebagai sarana untuk bisa memasarkan produk produk yang ada di dalam aturan main dana BOS.

Penerbit Andi ini juga menyediakan buku teks utama K13 yaitu buku HET (harga eceran tertinggi). Buku pelajaran untuk pendamping dan buku pelajaran peminatan. Juga buku khusus smk yaitu produktif atau keahlian. Buku ajar informatika kelas empat SD kelas enam dan SMP kelas tujuh sampai kelas sembilan dan SMA kelas sepuluh sampai kelas sebelas. Buku perpustakaan baik buku fisik dan e-book juga alat alat olahraga dan alat alat kesenian.

Sebagai pemaparan akhir, Bapak Agust Subardana menyampaikan urutan ranking buku-buku yang laris di toko. Buku novel merupakan ranking teratas penjualannya di toko buku. semoga informasi ini bermanfaat bagi kita. salam literasi


 


Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.