Minggu, 02 Agustus 2020

Dunia Penerbitan Dalam Himpitan Pandemi

Dunia Penerbitan Dalam Himpitan Pandemi

(6 Juli 2020 Bapak Edi S. Mulyanta)

By: Yuliati

 

Bismillah…

Awal tahun 2020, suka tidak suka semua aspek kehidupan di muka bumi harus menjalani kehidupan di tengah pandemi Covid-19. Termasuk dunia penerbitan yang juga mengalami akibat dari pandemi yang belum ada kepastian kapan berakhirnya. 

Materi kali ini dimulai oleh Bapak Edi S. Mulyanta sebagai seorang yang berkecimpung dalam perputaran roda penerbitan dengan permohonan mohon maaf karena beliau akan membuka isi dapur penerbitan dari hulu hingga hilir. Dengan harapan dapat memberikan sedikit gambaran yang terjadi saat ini. 

Dunia penerbitan adalah dunia bisnis semata, yang tentunya diikuti dengan idealisme di dalamnya. Dalam dunia bisnis, nomor satu yang dicari adalah keuntungan atau dapat dikatakan berujung pada Duit atau UUD (ujung-ujung nya Duit) dalam hal ini penjualan buku untuk bisnis penerbitan. 

Outlet utama bisnis penerbitan buku adalah toko buku, yang menjadi soko guru dari bisnis ini, sehingga ketergantungan ini sudah menjadi suatu ekosistem yang khas. Pandemi ini betul-betul meluluh lantakkan semua bisnis, walaupun tidak semuanya terdampak, akan tetapi dunia penerbitan menjadi salah satu terdampak yang cukup signifikan.

Pada bulan Januari sampai Februari 2020 omzet Toko buku masih normal, dan tidak ada tanda-tanda terjadinya pusaran badai yang tidak terduga. Namun setelah presiden mengumumkan masuknya Corona di Indonesia, benih badai besar ini benar-benar telah tersemai, dan membesar dengan deret multiplikasi yang luar biasa. Menjadikan semua lini kegiatan mendadak terhenti. Laju bisnis yang tadinya masuk di gigi 5, mendadak harus mengerem dan mengganti gigi ke gigi paling rendah yaitu 1. Dan terkadang harus memarkirkan bisnisnya sementara waktu, sambil melihat keadaan.

Dengan berlakunya PSBB di beberapa daerah, dengan otomatis Toko buku andalan penerbit yaitu Gramedia, memarkirkan bisnisnya di sisi pit stop, artinya terhenti sama sekali. Dari omzet normal dan terhenti di pit stop menjadikan omzet terjun bebas hanya berkisar 80-90% penurunannya.

Outlet yang tertutup, menjadikan beberapa penerbit ikut terimbas, sehingga mereposisi bisnisnya kembali. Hal ini berdampak secara langsung ke produksi buku, hingga ke sisi penulis buku yang telah memasukkan naskah ke penerbit menanti bersemi di Toko Buku.

Setelah 3 bulan berlalu, nampak secercah harapan setelah beberapa daerah memetakan pandemi dengan baik, dan mencoba berani untuk bergerak. Di bulan Juni memasuki Juli 2020 Gramedia sebagai outlet toko buku telah mulai membuka gerainya hingga mencapai angka di 80% di seluruh Indonesia, berakibat bergeraknya kembali semangat penerbit-penerbit untuk memulai New Normal.

Rebound yang terjadi ini menuntut penerbit untuk dengan cepat memutuskan apakah melaju kembali atau menunggu terlebih dahulu keadaan menjadi lebih pasti. Dua pilihan yang memiliki resiko tersendiri. Melaju, tentunya butuh dana, sementara roda cash flow hampir terhenti 2 bulan hingga 3 bulan, sehingga gambling keadaan pun terjadi.

Sementara, penerbit jika tidak mengambil kesempatan untuk mengisi pasar, tentunya akan semakin terpuruk. Penerbit dapat memetakan buku-buku apa yang masih dapat dikembangkan saat keadaan chaos seperti ini.

Pengalaman Bapak Edi di Penerbitnya, identifikasi tema buku menjadi sangat penting saat keadaan chaos seperti ini. mereka beruntung tema-tema yang up to date mengenai virus corona, telah ditebar ke penulis-penulisnya sebelumnya, sehingga dengan cepat mereka mendapatkan bahan-bahan buku-buku yang berkaitan dengan virus dengan cepat.

Kesiapan penulis, dalam menuliskan materi dalam sebuah buku menjadikan tantangan tersendiri, mengingat bahan-bahan sumber rujukan masih belum tersedia dengan mudah.

Penerbit memiliki database penulis yang cukup baik, sehingga dengan cepat dapat  mengidentifikasi siapa penulis yang berkompeten di bidang ini. Dan dengan cepat mereka meramu materi, kemudian launching dan beruntung mendapatkan sambutan yang baik.

Keputusan-keputusan strategik diperlukan, mengingat ketidak pastian yang sangat besar untuk memproduksi buku. Penerbit memarkirkan mesin-mesin hampir 50%, untuk mengurangi beban biaya produksi, otomatis tenaga kerja yang menggerakkannya dikurangi jam kerjanya walaupun tidak begitu drastis.

Buku-buku pendidikan, juga kita tetap pertahankan produksinya, karena kami yakin buku ini tidak lekang oleh keadaan apapun, sehingga produksi buku kita konsentrasikan ke buku pendidikan yang mempunyai pasar yang sangat stabil setiap tahunnya. 

Selalu ada hikmah dibalik tiap peristiwa. Termasuk kali ini, di sisi penulis, penulis harus selalu siap untuk mendapatkan peluang yang mungkin tidak diperkirakan sebelumnya. Penguasaan materi, penguasaan penguraian materi, eksekusi penulisan, hingga penawaran ke penerbitan diperlukan kelihaian tertentu.

Penulis yang siap menerima kesempatan ini, adalah penulis yang selalu berlatih untuk selalu mengeluarkan bahasa lisan ke dalam bahasa tulisan yang dapat dibaca oleh pembacanya. Tentunya dengan terstruktur baik, dan tidak ada distorsi makna yang sampai ke pembacanya.

Media Belajar Menulis melalui WAG yang dikelola Om Jay ini, merupakan latihan yang sangat bagus, untuk menyiapkan keahlian kita dalam mengungkapan apa yang kita pikirkan, ke dalam tulisan yang dibaca, diinterpretasi oleh pembaca tulisan kita.

Dengan tidak menafikan sebuah proses. Semua perlu proses, latihan, dan kemauan. Sehingga komunitas belajar menulis seperti ini, merupakan sarana latihan dalam menangkap peluang yang mungkin tidak selalu ada. Bakat hanya 1%, sisanya adalah kerja keras, tekun dan berlatih menulis. Blog adalah jalur yang sangat bagus untuk bapak ibu mulai menulis, karena di dalam blog tidak ada penolakan kejam seperti penerbit menolak tulisan yang kita tawarkan.

Penerbit akan selalu melihat sisi ekonomi dalam setiap tulisan bapak ibu sekalian, sehingga kemurnian keputusannya di dasarkan oleh bisnis semata.Sehingga terkadang tulisan yang luar biasa, tidak terlihat oleh penerbit yang hanya melihat business process nya saja, bukan writing processnya.

Dengan sudut pandang ini, penulis perlu sedikit berempati kepada penerbit yang merupakan penjual komoditas tulisan ini. Empati yang harus dilakukan adalah, mencoba melihat visi misi penerbitannya. Kebiasaan tema-tema yang diterbitkan oleh penerbit. Intip juga buku-buku best sellernya yang biasanya dipampang di toko buku di rak Best Seller.

Menurut Pak Edi, mereka pernah melakukan perencanaan matang, untuk membuat buku yang best seller. mereka memilih tema yang luar biasa berbobot, penulis yang cukup disegani karena menang penghargaan di dunia internasional. Mendorong pemasaran dengan luar biasa. Akan tetapi hasilnya cukup mengecewakan.

Tidak ada buku best seller by design. Atau dirancang, didesain untuk laku keras. Buku yang laku keras adalah buku yang blessing. Laskar pelangi,  saat awal terbit, penulisnya tidak menyangka akan meledak. Di awal pemasarannya, sungguh mengecewakan. Namun meledak karena kekuatan word of mouth, alias dari mulut ke mulut, dari komunitas satu ke komunitas lain. dan di trigger dengan sebuah peristiwa yang tidak disangka-sangka yaitu Muktamar Muhammadiyah yang berimbas ledakan viral sehingga buku tersebut best seller.

Kita dapat memulai tulisan dengan tema yang disukai dan betul-betul dikuasai. Tulis dengan terstruktur, dan muat di blog pribadi dan sebarkan di lingkungan teman. Jika sudah Percaya Diri, buatlah proposal ke penerbit yang isinya garis besar tulisan yang dapat ditawarkan ke penerbit. Penerbit akan melihat Tema, Judul Utama, Outline tulisan, pesaing buku dengan tema yang sama, positioning buku (harga, usia pembaca, gender, pendidikan, dll). Jangan lupa berikan alasan mengapa buku tersebut ditulis. Dan perlu dibumbui sedikit agar penerbit tertarik pada tulisan kita.

Tulislah rencana penulisan dengan target market yang dituju. Lebih baik  tawarkan rancangan pemasarannya. Pemasaran era new normal sangat berbeda dengan era normal sebelumnya. Ke depan buku-buku mungkin akan disalurkan ke media e-book, untuk media printing offline mungkin akan semakin berkurang jumlahnya.  Selain buku akan semakin banyak media lain yang menghiasi dunia pendidikan. Persiapkan hal ini dengan baik, karena hal ini membutuhkan keahlian yang berbeda dengan sebelumnya.

Sebagai penutup materi beliau mengajak kita semua untuk tetap mendokumentasikan pencarian keilmuan. Dengan dokumentasi yang terstruktur, pembaca akan dapat mewarisi ilmu yang kita bagi dan bahkan mengembangkannya di kemudian hari. Ilmu itu akan menjadi Immortal tidak lekang oleh keadaan jaman, dan selalu dikenang menjadikan legacy ke anak cucu kita. Anak cucu kita di masa yang akan datang, akan dapat menelusuri jejak langkah dokumentasi kita dalam bentuk tulisan dan menuju keabadian.

Semoga bermanfaat.

Share:

6 Kunci Agar Tetap Produktif Menulis

(Dr. Ngainun Naim, Penerbit Andi 3 Juli 2020)

By: Yuliati

Bismillah…

Dr. Ngainun Naim mengawali paparan malam ini dengan satu pendapat bahwa Guru adalah kunci penting dalam dunia pendidikan. Jika guru berkualitas, besar kemungkinan kelas yang diajarnya juga berkualitas. Tapi jika gurunya kurang berkualitas, tentu hasil pembelajarannya juga kurang sesuai dengan harapan. Sebuah pendapat yang tidak bisa disangkal dengan dalih apapun. Karena sebagai seorang pendidik penulis merasakan hal tersebut.

Literasi di kalangan dunia pendidikan telah lama ada. Namun kampanye maksimalnya hadir beberapa tahun terakhir. Salah satu kunci penting peningkatan kualitas guru adalah dengan membangun budaya literasi. Literasi berarti budaya membaca dan menulis. Seorang guru yang mau terus membaca buku dan menulis memiliki peluang untuk semakin meningkat kualitas dirinya. Semakin banyak buku yang dibaca, semakin banyak karya yang dihasilkan, maka akan memiliki kontribusi penting bagi kemajuan pendidikan.

# 6 Kunci Penting Dalam Menulis

Kunci itu alat untuk membuka. Alat yang bisa menjadikan kita produktif dalam menulis. Keterlibatan Bapak Ibu sekalian di grup ini ibaratnya untuk mendapatkan kunci. Tapi jika sekadar mendapatkan saja dan tidak dipraktikkan, tentu kunci itu kurang fungsional. Silahkan ditata mulai sekarang.

## Kunci Pertama Adalah Motivasi.

Apa motivasi kita saat ini? Silahkan ditata mulai sekarang. Motivasi menulis bisa berupa:

[1] motivasi karir. Mencermati komposisi anggota grup Menulis Bersama Om Jay, Dr. Ngainun Naim berkesimpulan bahwa menulis merupakan aktivitas yang berkaitan erat dengan profesi anggota grup. Implikasinya, semakin mahir menulis maka semakin lancar karir yang kita tempuh.

[2] motivasi materi; menulis itu menghasilkan honor. Bagi penulis yang sudah sangat terkenal, honor memang sangat berlimpah. Bukunya terus mengalami cetak ulang. Namun jumlah mereka yang beruntung dari sisi ini tidak terlalu banyak. Sebagian besar penulis justru kurang mendapatkan perhatian dari sisi materi.

[3] motivasi politik; menulis ditujukan untuk mencapai tujuan politik tertentu.

[4] motivasi cinta; menulis karena memang mencintai aktivitas menulis.

Nah, sekarang kita bisa memilih jenis motivasinya. Bisa juga menambah jenis motivasi di luar 4 yang telah disebutkan di atas. Namun perlu diingat bahwa apa pun motivasi yang dipilih maka akan mempengaruhi terhadap tulisan atau buku yang akan dihasilkan.

## Kunci Kedua Meyakini Bahwa Menulis Itu Anugerah.

Orang yang mau menulis tapi tidak mampu mengerjakannya; bisa karena kesibukan atau sejuta alasan lainnya. Banyak yang sesungguhnya mampu menulis tetapi tidak mau menulis. Karena itulah bisa menulis—bagi saya—adalah anugerah luar biasa yang harus disyukuri. Cara mensyukurinya adalah dengan terus menulis.

Beliau berpendapat bahwa mau dan mampu menulis itu anugerah. Bayangkan, saat S-1 kita setiap semester harus membuat makalah. Paling tidak satu semester harus membuat 10 makalah. Kalikan 10 halaman, berarti kan sudah 100 halaman. Kalikan 8 semester. Berarti kan sudah 800 halaman. Asumsinya 1000 halaman dengan laporan KKN, magang, skripsi.

Halaman pasti bertambah jika kita lulus S2. Apalagi jika sampai selesai doktor. Sekarang mari kita urai mengapa masih ada yang kesulitan menulis padahal pengalaman menulisnya sudah ribuan halaman. Beliau menyebutkan beberapa kemungkinan; [1] Selama kuliah spesial menjadi anggota kelompok yang tidak pernah menulis makalah. Biasanya ini yang spesial membiayai foto kopi; [2], tidak menulis karena dibuatkan orang lain; [3] menulis dengan melakukan “kanibal” tulisan orang lain. Misalnya mendapatkan bahan di googe lalu dipotong sana-sini sampai berbentuk layaknya tulisan; [4] begitu mendapatkan tugas langsung berburu referensi. Tidak berpikir apa yang harus ditulis. Begitu referensi didapatkan segera dibuka, diketik, lalu tutup. Ganti referensi berikutnya, dibuka, diketik, lalu tutup.

## Kunci Ketiga: Menulis Itu Memberikan Banyak “Keajaiban” Dalam Hidup.

Menulis itu memberikan banyak sekali manfaat. Pak Wijaya Kusumah--Omjay-- seorang bloger, youtuber dan guru kita semua, mengatakan bahwa menulis setiap hari itu telah memberikan keajaiban dalam kehidupan. Coba kita simak apa saja bentuk keajaiban yang beliau rasakan karena menulis.

[1] mendapatkan banyak materi. Karena rajin menulis, bukunya mendapatkan banyak royaliti.

[2] sering diundang sebagai pembicara di berbagai forum.

[3] memiliki banyak teman.

[4]. Bisa membeli peralatan yang dibutuhkan dalam kehidupan.

[5] tulisan adalah alat perekam kehidupan yang ajaib.

 

## Kunci Keempat: Tidak Mudah Menyerah.

Banyak orang ingin menulis, tentu termasuk menulis buku, tetapi semangat menulisnya naik turun. Saat ikut kegiatan kepenulisan semacam ini, semangat menulisnya berapi-api. Tetapi saat kembali ke dunia nyata, ke dunia kehidupan sehari-hari, semangat itu perlahan tetapi pasti memudar dan akhirnya hilang sama sekali. Saat bersemangat, menulis berlembar-lembar halaman dalam sehari terasa ringan. Saat tidak bersemangat, satu paragraf pun terasa berat sekali. Bahkan sangat mungkin berbulan-bulan tanpa menulis sama sekali. Menulis lima paragraf yang dilakukan rutin setiap hari jauh lebih baik daripada sepuluh halaman yang dilakukan tiga bulan sekali.

## Kunci Kelima: Berjejaring.

Jadi penulis jangan menepi. Memang saat sekarang kita harus menepi karena Corona, tetapi bukan berarti tidak berinteraksi. Bangun jejaring kepenulisan. Ikut kegiatan semacam pelatihan menulis ini juga dalam rangka berjejaring.

## Kunci Keenam: Menulis Sebanyak-Banyaknya.

Menulislah setiap hari tanpa henti. Lakukan secara terus-menerus. Jika Anda merasa tulisan Anda tidak baik maka dengan menulis setiap hari tulisan Anda akan otomatis menjadi baik.

6 kunci yang telah  diuraikan diatas bisa membuat membuat kita produktif menulis. Tinggal bagaimana kunci itu digunakan secara tepat. Tapi sekali lagi kunci itu adalah alat.

Semoga bermanfaat.

 


Share:

Kiat Menulis Melalui Freewritting

Kiat Menulis Melalui Freewritting

[Rabu, 1 Juli 2020, Bapak Muhamad Firman Suwarya, M.Kom)

By: Yuliati

 

Bismillah…

Muhammad Firman Suwarya, biasa dipanggil dengan Firman. Penulis Buku Informatika SMP. Pengurus Ikatan Guru TIK PGRI. Pada kesempatan ini beliau menyampaikan pengalaman menulis dan menerbitkan buku khususnya berbagai hal tentang FreeWritting. Pengalaman dan ilmu yang beliau bagikan dengan bahasa yang santai. Mengalir saja seperti aliran sungai yang tenang. Sehingga peserta merasa mudah untuk memahami penjelasan beliau. 

Pengertian FreeWritting

Freewriting yaitu teknik menulis cepat tanpa hambatan. Beliau melanjutkan penjelasan dengan memberikan tantangan pada peserta pelatihan untuk menulis 1 hari 5 lembar dalam 30 hari. Jika berani konsisten menulis 5 lembar perhari,  akan menjadi seorang penulis yang handal dan produktif.

Menurut beliau secara umum memang menulis sebanyak 5 halaman itu membutuhkan waktu berjam-jam. Belum lagi efeknya bertemu dengan rasa bosan yang membelenggu. Dan itu memang penyakit yang menghinggapi hampir semua penulis baik yang baru belajar menulis ataupun penulis yang sudah menjadi penulis handal.

Bahaya penyakit ini adalah biasanya diawali menyerang ke pikiran, cirinya tiba-tiba ide-ide yang kita punya hilang entah kemana. Lalu bingung harus menulis apa lagi, puyeng, dan sederet saudara-saudaranya. Dan dampak endingnya yaitu kita akan capek, lelah, malas untuk menulis.

Terkadang saat malas menghinggapi, ketika mau nulis lagi, tiba-tiba mendadak mendapatkan ide yang baru, lalu kita mulai menulis. Lalu apa yang terjadi...? Ditengah jalan sebelum ide baru yang menurut kita lebih bagus itu belum selesai ditulis tiba-tiba muncul ide baru lagi. Alasan dan pikiran kita sama seperti pertama, yaitu ide baru tersebut lebih dan lebih bagus dari ide pertama.

Kondisi seperti itu dalam dunia kepenulisan biasa disebut dengan “Lingkaran Setan Kebuntuan” tidak pernah selesai. Terkadang, mulai menulis lagi, menulis lagi tapi, tidak ada yang selesai. Tidak ada karya yang bisa dihasilkan. Akhirnya kita mungkin bisa stress.

 

Caranya mengatasi lingkaran setan kebuntuan

1.      memahami dan menerapkan Freewriting ini..?

Mungkin saja nanti muncul ada pemikiran kita, “jangan-jangan saya tidak ada bakat untuk menjadi penulis? Pertanyaannya bagaimana sih memahami dan menerapkan dari Freewriting ini?

Sebagai ilustrasi sederhana, ketika kita akan melalukan ujian. Misal dulu Ujian Nasional. Ujian itu akan dimulai dari pukul 07.00 dengan 09.00 selama 120 menit atau 2 jam. Dan kita harus segera datang tepat waktu agar bisa menyelesaikan ujian itu dengan baik, benar, dan yakin. dari 50 soal yang diberikan..

Namun, entah apa yang terjadi tiba-tiba saat menuju ke sekolah atau tempat tes ujian kita, jalanan macet total. Sehingga memakan hampir 1 jam dari durasi tes ujian kita. Kira-kira dalam kondisi seperti ini apa yang kita lakukan? belum lagi melihat soal-soal yang susah dan masih kosong belum diisi. Tapi harus di isi, dan dikerjakan dan harus mendapatkan nilai bagus. Sekali lagi apa yang kita lakukan ? NGEBUT,  kita harus ngebut mengisi soal ujian itu karena kejar-kejaran dengan waktu. Itulah  gambaran singkat tentang Freewriting

2.      Langkah pertama yang harus kita lakukan supaya bisa freewriting.

Solusinya sederhana namun harus yakin. Ide muncul langsung ditulis, sampai ending ide itu dimana. Menyangkut situasi ini berkaitan dengan waktu maka kita harus menyiapkan atau meluangkan waktu. Bukan memanfaatkan waktu luang. Untuk itu dilaksanakan secara kontinyu terus menerus, tidak perlu lama, misal 30 sampai 60 menit setiap harinya.

Berawal dari sulitnya menemukan ide yang pas, sampai-sampai harus konsul dengan teman dan lain sebagainya. Sehingga menemukan suatu kekuatan berupa komitmen bahwa jelek, kurang bagus, bagus, atau sejenisnya pokoknya ditulis. Kemudian dari situ mulai dari bagaimana membuat outline. Setelah outline jadi dengan suatu catatan bahwa otuline hanya secara garis besar saja, dalam perjalanannya kemungkinan akan mengalami perkembangan dan sejenisnya.

Selanjutnya menulis satu persatu dengan alokasi waktu yang diluangkan. Terus kontinyu pada waktu yang sama. Menulis pada waktu yang telah kita tetapkan bukan tidak ada halangan atau tantangan. banyak sekali tantangannnya. Namun kita tetap harus konsisten untuk meluangkan waktu.

Cara menentukan ide yang harus di eksekusi menjadi tulisan  

Ide yang paling kita kenal dan kuasai. Sehingga nanti eksekusi ide akan ditulis dengan hati. Itulah kuncinya jika kita menulis dengan hati biasanya akan mampu menyentuh hati pembaca. Ketika kita sedang menulis dan mengalami kebuntuan. Tiba-tiba muncul ide baru, biarkan dulu. Buat satu tekad, ide baru itu akan ditulis, tapi nanti setelah tulisan kita selesai. Maka dari situ kita harus benar-benar menyelesaikan tulisan itu.

Hal-hal yang perlu kita perhatikan ketika menerapkan teknik free writing

Secara sederhana konsep Freewriting, harus ditulis secepatnya terhadap ide yang muncul. Jangan takut salah atau keliru. jangan takut jelek hasilnya, apalagi takut salah ketik. Yang penting tulis dan tulis sampai habis. Modalnya ide, dan ide bisa muncul dari mana saja.

Hal-lain lain dalam freewriting nanti pada saat proses editing. Apakah freewriting tidak akan menghasilkan tulisan yang asal jadi tapi kurang berkualitas?

Bukankah ngebut atau buru-buru itu tidak baik? Apakah freewriting sama dengan “nulis secara ngebut”.? Hasil tulisan yang berkualitas atau kurang berkualitas biasanya, bisa ditentukan dari faktor ide yang muncul. Jika ide yang muncul bagus dan berkualitas, lalu lanjut dengan outline yang berkualitas, maka hasil tulisan juga akan tidak jauh dari situ, yaitu bagus dan berkualitas.

Dalam prakteknya menulis berkualitas terkadang menuntut kita agar mengikuti, mematuhi dan lain-lain sebelum tulisan itu selesai ditulis. Sehingga tulisan kita akhirnya tidak bisa selesai. Dengan freewriting ini akan mujarab menjawab atau solusi itu. Jika ada yang kurang pas dapat di lanjutkan pada tahap editing.

Rasa bosan adalah penyakit yang sangat berbahaya melebihi covid 19. Hati hati dan waspada dia menyerang dengan tiba tiba maka kita harus pupuskan dengan coba dan coba lagi. Sampai kapan kita harus mencoba maka jawabannya sampai kita sukses.

Yakin dan percayalah. Siapa pun bisa jadi apa pun asalkan dia mau berusaha dan berdoa. Dan kunci utamanya adalah percaya diri. Teruslah menulis dan menulis jangan pernah berhenti. Wujud kan cita cita untuk menerbitkan buku. Kobarkan semangat dalam dada

Salam semangat menulis FreeWritting.

Semoga manfaat.


Share:

Tips Mengelola Sekolah Di Era Covid-19

Tips Mengelola Sekolah Di Era Covid-19

(29 Juni 2020, Dra.Betti Risnalenni, MM)

By: Yuliati

 

Bismillah…

Ibu Betti mulai membuat sekolah tahun 2003 dan sampai sekarang mengelola jenjang KB - TK dan SD. Beliau menyebutkan manfaat yang dapat diraih dari membuat sekolah itu bukan hanya untung uang tapi banyak hal yang didapat. Diantaranya menjadi guru teladan, kepala sekolah berprestasi dan juga juara interpreuner tingkat jawa barat untuk kalangan guru paud. Dan dari segi pertemanan kita jadi punya teman banyak, pengetahuan juga bertambah.

Motivasi awal beliau mendirikan sekolah adalah keinginan beliau terhadap anak yang ekonominya minim bisa bersekolah di tempat yang bagus. Motivasi beliau adalah prinsip ini. Anak miskin di sekolah biasa / kurang itu biasa, anak kaya di sekolah bagus itu biasa. Tapi anak kurang beruntung bisa disekolah bagus itu luar biasa. Itulah yang beliau lakukan di insan kamil. Yang yatim Free, yang tidak mampu pun free. Mereka tidak harus bawa SKTM karena sebenarnya tidak ada orang yang mau disebut miskin. Untuk yang mampu tetap membayar normal.

Program selama pandemi ini yang beliau lakukan sama dengan sekolah-sekolah lain. Beliau  melakukan Daring selama 3 bulan kebelakang meskipun lokasi sekolahnya Zona Hijau selama ini. Selama Daring materi tidak hanya pelajaran saja tapi kami juga menugaskan kegiatan rumah ( life skill dan karakter )

Selama masa pandemi ini kerja sama dengan seluruh guru dan karyawan sangat diperlukan. Karena mereka pun menghadapi persoalan yang sama menghadapi pandemi ini dan harus berpikir juga untuk mengajar . Kita merasakan bekerja dirumah lebih susah karena gangguannya lebih banyak

Guru dan orang tua harus bisa bekerjasama dalam hal memegang hp. Karena guru itu lebih dipatuhi daripada orang tua. Guru harus membantu memahamkan anak bahwa menggunakan HP itu hanya selama berkomunikasi dengan guru dan juga boleh untuk bermain game 15 atau 30 menit. Harus di pasang alarm .

Beliau juga mempublikasikan lewat instagram apa yang menjadi tugas mereka. Jadi anak-anak juga senang. Jika di sekolah ada koperasi, sebaiknya dikelola dengan baik karena itu sumber keuangan juga.

Dalam mengelola sekolah banyak sekali tantangan. Untuk bisa survive kita memang harus sering menghitung pemasukan dan pengeluaran. Minimal rencana per tahun itu harus cermat walau pun bukan profit tujuannya.

Untuk menambah pemasukan, beliau membuat kursus berbayar untuk umum . Kebetulan beliau senang dengan aritmatika, dan bukunya juga buatan sendiri. Sehingga bisa sambil jualan buku . Selain  aritmatika beliau juga membuat kursus Bahasa Inggris metode pare karena anak beliau juga pernah belajar di situ. Awalnya karena ingin murid-muridnya bisa belajar bahasa inggris lebih dekat. Unggulan di sekolah beliau adalah lulusannya insyaa Allah  hafal juz 30.

Berikut ini adalah video aktifitas KBM di era new normal yang dapat kita tonton di link berikut https://youtu.be/1r4dS-z9qFw

Langkah-langkah yg harus kita taati pada saat berada di sekolah sesuai protokol kesehatan.Untuk peserta didik baru yang belum kita kenal . Langsung daring utk th ajaran 2020- 2021. Untuk murid yang belum kenal, kita sudah adakan pertemuan akhir tahun ajaran lalu. sekitar pertengah juni. Anak anak kita mulai dengan cara foto dengan lingkungan sekolah. Terus kita berikan mainan edukatif. Jadi mereka senang dan sudah pengenalan dengan calon gurunya..

Untuk pembelajaran Daring untuk anak KB dan TK sering membosankan bagi anak. Kita harus kreatif memberikan kegiatan yang membuat mereka senang .

Tips mengelola tiga lembaga sekaligus KB-TK-SD khususnya saat pandemi:

-  Bagi tugas berdasarkan kemampuan rekan kerja.

- Sering pantau dengan sharing ( di sekolah beliau lakukan setiap senin setelah pulang siswa )

- Dalam hal pembayaran segalanya 1 pintu. Boleh dicicil berdasarkan kemampuan. Setiap kegiatan , misalnya mau ulangan, harus lunas spp bulan. Pembagian modul harus lunas spp bulanan. Jadi ortu tidak terbebani dan kita sudah punya harapan uang buat gaji guru dan karyawan.

- program karakter di sekolah Insan Kamil adalah salaman ,  hafalan juz 30 , hadist dan surat2 pendek,  menjaga kebersihan, wirausaha.

Demikian penjelasan Ibu Betti tentang perjuangan beliau mengelola sekolah di era Covid-19 ini.

Semoga bermanfaat.


Share:

Tips Mengelola Sekolah Di Era Covid-19

(29 Juni 2020, Dra.Betti Risnalenni, MM)

By: Yuliati

 

 

Bismillah…

Ibu Betti mulai membuat sekolah tahun 2003 dan sampai sekarang mengelola jenjang KB - TK dan SD. Beliau menyebutkan manfaat yang dapat diraih dari membuat sekolah itu bukan hanya untung uang tapi banyak hal yang didapat. Diantaranya menjadi guru teladan, kepala sekolah berprestasi dan juga juara interpreuner tingkat jawa barat untuk kalangan guru paud. Dan dari segi pertemanan kita jadi punya teman banyak, pengetahuan juga bertambah.

Motivasi awal beliau mendirikan sekolah adalah keinginan beliau terhadap anak yang ekonominya minim bisa bersekolah di tempat yang bagus. Motivasi beliau adalah prinsip ini. Anak miskin di sekolah biasa / kurang itu biasa, anak kaya di sekolah bagus itu biasa. Tapi anak kurang beruntung bisa disekolah bagus itu luar biasa. Itulah yang beliau lakukan di insan kamil. Yang yatim Free, yang tidak mampu pun free. Mereka tidak harus bawa SKTM karena sebenarnya tidak ada orang yang mau disebut miskin. Untuk yang mampu tetap membayar normal.

Program selama pandemi ini yang beliau lakukan sama dengan sekolah-sekolah lain. Beliau  melakukan Daring selama 3 bulan kebelakang meskipun lokasi sekolahnya Zona Hijau selama ini. Selama Daring materi tidak hanya pelajaran saja tapi kami juga menugaskan kegiatan rumah ( life skill dan karakter )

Selama masa pandemi ini kerja sama dengan seluruh guru dan karyawan sangat diperlukan. Karena mereka pun menghadapi persoalan yang sama menghadapi pandemi ini dan harus berpikir juga untuk mengajar . Kita merasakan bekerja dirumah lebih susah karena gangguannya lebih banyak

Guru dan orang tua harus bisa bekerjasama dalam hal memegang hp. Karena guru itu lebih dipatuhi daripada orang tua. Guru harus membantu memahamkan anak bahwa menggunakan HP itu hanya selama berkomunikasi dengan guru dan juga boleh untuk bermain game 15 atau 30 menit. Harus di pasang alarm .

Beliau juga mempublikasikan lewat instagram apa yang menjadi tugas mereka. Jadi anak-anak juga senang. Jika di sekolah ada koperasi, sebaiknya dikelola dengan baik karena itu sumber keuangan juga.

Dalam mengelola sekolah banyak sekali tantangan. Untuk bisa survive kita memang harus sering menghitung pemasukan dan pengeluaran. Minimal rencana per tahun itu harus cermat walau pun bukan profit tujuannya.

Untuk menambah pemasukan, beliau membuat kursus berbayar untuk umum . Kebetulan beliau senang dengan aritmatika, dan bukunya juga buatan sendiri. Sehingga bisa sambil jualan buku . Selain  aritmatika beliau juga membuat kursus Bahasa Inggris metode pare karena anak beliau juga pernah belajar di situ. Awalnya karena ingin murid-muridnya bisa belajar bahasa inggris lebih dekat. Unggulan di sekolah beliau adalah lulusannya insyaa Allah  hafal juz 30.

Berikut ini adalah video aktifitas KBM di era new normal yang dapat kita tonton di link berikut https://youtu.be/1r4dS-z9qFw

Langkah-langkah yg harus kita taati pada saat berada di sekolah sesuai protokol kesehatan.Untuk peserta didik baru yang belum kita kenal . Langsung daring utk th ajaran 2020- 2021. Untuk murid yang belum kenal, kita sudah adakan pertemuan akhir tahun ajaran lalu. sekitar pertengah juni. Anak anak kita mulai dengan cara foto dengan lingkungan sekolah. Terus kita berikan mainan edukatif. Jadi mereka senang dan sudah pengenalan dengan calon gurunya..

Untuk pembelajaran Daring untuk anak KB dan TK sering membosankan bagi anak. Kita harus kreatif memberikan kegiatan yang membuat mereka senang .

Tips mengelola tiga lembaga sekaligus KB-TK-SD khususnya saat pandemi:

-  Bagi tugas berdasarkan kemampuan rekan kerja.

- Sering pantau dengan sharing ( di sekolah beliau lakukan setiap senin setelah pulang siswa )

- Dalam hal pembayaran segalanya 1 pintu. Boleh dicicil berdasarkan kemampuan. Setiap kegiatan , misalnya mau ulangan, harus lunas spp bulan. Pembagian modul harus lunas spp bulanan. Jadi ortu tidak terbebani dan kita sudah punya harapan uang buat gaji guru dan karyawan.

- program karakter di sekolah Insan Kamil adalah salaman ,  hafalan juz 30 , hadist dan surat2 pendek,  menjaga kebersihan, wirausaha.

Demikian penjelasan Ibu Betti tentang perjuangan beliau mengelola sekolah di era Covid-19 ini.

Semoga bermanfaat.


Share:

Membangun Branding Melalui Blog dan Media Sosial

Membangun Branding Melalui Blog dan Media Sosial

(26 Juni 2020 belajar dari sosok Namin AB Sholihin)

By: Yuliati

 

Bismillah...

Namin AB Ibnu Solihin founder motivatorpendidikan.com. Ingin mengenal lebih dekat dengan seorang motivator & Trainer Pendidikan, Pembicara Seminar Parenting, Konsultan Branding Sekolah, Dosen, Blogger Pendidikan, Penggiat Pendidikan dan Ayah dari 3 Putri dan 1 Putra yang hidup tanpa Gadget dan Televisi.

Namin AB Ibnu Solihin, memulai karir dalam dunia pendidikan dari peran paling bawah. Yaitu sebagai Office Boy alias tukang sapu laboratorium computer di sekolah SMK dan di Sekolah Dasar yang sama. Beliau Pada saat itu masih berstatus sebagai pelajar sekaligus sebagai seorang Ketua Osis, hal ini dilakukannya untuk melatih mental kemandiriannya agar tidak tergantung pada orang tua dan orang lain. Sebuah langkah mulia seorang pemuda yang akan membawa kesuksesan hidupnya di masa depan.

Telah terbiasa mandiri sejak SD menjadikan beliau menjalani berbagai profesi. Sejak masih sekolah di Madrasah Diniyah dan MTS beliau telah menemukan passionnya sebagai seorang pengajar. Terbukti  pada saat itu beliau sudah mengajar di TPA. Menjadi Guru SD adalah pengalaman paling lama yaitu dari tahun 2004-2015, pernah juga mengajar SMP dan SMA.

Karena keaktifkannya dalam dunia organisasi beliau banyak terlibat dalam berbagai kegiatan baik sebagai Nara Sumber, Fasilitator, Panitia dan Peserta. Hampir 10 tahun lamanya Beliau memberikan pelatihan gratis, yaitu dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2014. Baginya berbagi tidak akan pernah rugi, justru dengan berbagi maka kebahagian akan diperolehnya. Ditahun 2013-2015 beliau bersama dengan teman-teman Komunitas Sejuta Guru Ngeblog memberikan pelatihan Guru Ngeblog Gratis bagi guru di Jabodetak dan juga menjadi Project Manager dalam program Pelatihan menulis bagi guru Teacher Writing Camp (TWC).

Ditahun 2012 Beliau mulai melakukan Branding bagi dirinya sendiri, Ilmu Branding dipelajarinya secara otodidak sejak tahun 2007.Selama perjalanan menjadi Guru dan Kepala Sekolah Beliau banyak membuat Ide dan Gagasan untuk mengembangkan sebuah sekolah seperti mendesign logo, membuat kegiatan yang menarik, dan mendesign kurikulum. Pada awal-awal ide dan gagasannya banyak ditentang oleh pihak-pihak tertentu, namun akhirnya bisa terima dan akhirnya Beliau berhasil melakukan Re Branding pada berbagai sekolah yang di dampinginya.

Membangun Branding memang tidak mudah, tapi jika kita sungguh-sungguh Insyaa Allah ada kemudahan. Membangun Branding juga harus sejalan dengan kompetensi yang kita miliki. Jangan coba-coba membangun Branding tertentu tapi tidak punya Ilmunya. Membangun Branding melalui blog juga harus selaras dengan kepribadian kita di Blog, Medsos dan segala aktivitas yang kita lakukan. Menulis konten Blog dengan konsisten pada Branding yang kita miliki adalah kewajiban yang harus ditaati. Ketika  ingin dikenal sebagai pakar pendidikan misalnya, berarti kita harus konsisten menulis hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut.

Namin AB Sholihin juga mengalami proses membangun Branding diri yang tidak mudah. Tahun 2012-2015, beliau pernah membranding dirinya sebagai founder @guruberakhlak dengan mendirikan guruberakhlak.com, founder @gurubicara dengan mendirikan gurubicara.com, founder @bisaberbagi dengan mendirikan bisaberbagi.com, founder @komunitasguruinspiratif dan beberapa branding lainnya. namun hasilnya tidaklah memuaskan.

Hingga akhirnya ditahun 2014 beliau mulai menjadi Trainer dan Motivator Pendidikan secara professional dengan Branding Motivator Pendidikan Kreatif dan membuat blog motivatorkreatif.wordpress.com. Pada tahun itu jadwal trainingnya sudah mulai padat, tema-tema yang dibawakan adalah “Mendidik Dengan Keteladan dan Cinta” tema ini diambil dari buku yang ditulisnya dan tema-tema pendidikan lainnya.

Memegang prinsip “Wajib dapat uang halal” tahun 2015 beliau melepaskan Jabatan Kepala Sekolah, Guru, Sertifikasi guru karena beliau tidak mau mendapatkan uang tersebut sementara dirinya tidak mengajar dan tidak hadir jadi kepala sekolah serta dengan atas dasar kemaslahatan yang lebih banyak agar ide dan gagasan beliau dalam dunia pendidikan dapat dirasakan oleh guru diseluruh Indonesia.

Pada  tahun yang sama beliau melaunching program Training, Seminar dan Workshop di website www.motivatorpendidikan.com, sejak saat itulah Namin AB Ibnu Solihin dikenal sebagai founder motivatorpendidikan.com.

Pengalamanya memberikan training selama kurang lebih 15 tahun terutama dalam dunia  Pendidikan menjadikan Beliau kini dikenal sebagai Motivator dan Trainer Pendidikan. Menulis dan membangun Branding telah mengantarkan beliau keliling Indonesia, dan telah mengisi training setidaknya dilebih dari 300 lembaga, sejak tahun 2014-sekarang.

Beberapa buku juga pernah diterbitkannya diantaranya BeliauMau Jadi Guru Go Blog, Mendidik Dengan Cinta dan Keteladanan, Cinta Sang Guru, dan Buku Antalogi yang digagasnya bersama guru dan mahasiswa diantaranya Guru Kreatif di Zaman Digital, Bukan Guru Biasa, Pelangi Cinta dan Cita, Inspirasi untuk membangu masa depan. Ide dan gagasannya dalam dunia pendidikan bisa dibaca pada www.motivatorpendidikan.com. serta di blog dan media sosial yang dimiliknya,seperti Facebook dan Instagram.

Beliau menyampaikan, niatkan menulis untuk berbagai inspirasi. Sehingga karya kita akan bisa dinikmati oleh banyak orang. Jika orang sudah merasakan manfaatnya, orang akan menghubungi kita, baik jadi pembicara atau penulis, atau dijadikan ahli konsultan.

Beliau  memiliki motto "jadilah pribadi yang menginspirasi, menggerakkan dan meneladani". Dalam proses perjalanannya kita wajib terus memantaskan diri untuk menjadi pribadi yang berkualitas. Saat ini motivasi terbesar beliau adalah ingin mewujudkan visi dan kurikulum keluarga agar anak-anak beliau menjadi pribadi yang Shalih. Atas motivasi itu beliau mendidik anak beliau dengan cara @anaktanpagadget, tv dan Bioskop.

Terus belajar dengan banyak sumber. Banyaklah membaca buku. Karena kita tidak mungkin bisa menulis jika malas membaca.

Jadilah sebaik-baik manusia yang bisa memberi manfaat untuk banyak orang.

 

 


Share:

Kekuatan Sebuah Judul

Kekuatan Sebuah Judul

(22 Juni 2020 Bapak Agus Sampurno)

By: Yuliati

 

 

Bismillah…

Sungguh sebuah materi yang luar biasa kali ini. Singkat , padat, langsung jadi. Begitulah rasanya ungkapan yang paling tepat untuk menggambarkan suasana belajar menulis malam ini.

Di awal materi, seluruh peserta langsung diminta membuat tulisan di blog dengan jumlah 150-300 kata. dengan pilihan judul yang disediakan.

Pilihan judulnya adalah:

A. 3 hal manfaat dari kegiatan di grup Belajar Menulis

B. 3 cara guru tetap optimis di masa new normal

C. 3 Salah paham guru mengenai kegiatan penelitian.

D. 3 cara mudah guru memberikan contoh kedisiplinan

E. 3 resep sukses guru yang pendiam dalam mengelola kelas

Tapi kami juga dibebaskan membuat judul sendiri dengan syarat dan ketentuan berlaku. Yaitu menggunakan salah satu kata yang telah disediakan.

1. Resep sukses

2. Cara mudah

3. Tips

4. Manfaat

Tanpa menunggu perintah dua kali. Kami pun segera asyik menulis dengan pilihan judul masing-masing. Agak lama bagiku menentukan judul mana yang akan diambil. Sementara teman-teman  sudah mulai menulis dan sudah ada yang membagikan tulisannya di blog.

Akhirnya aku memilih judul poin B. 3 cara guru tetap optimis di masa new normal. Awal menulis aku tidak yakin akan mampu menulis sebanyak 300 kata. Tapi setelah mulai menulis aku tidak menyadari bahwa tulisan ku sudah hamper mencapai 300 kata. Sedangkan poin yang akan aku sampaikan masih ada. Akhirnya setelah pengurangan kata yang dirasa tidak penting, aku pun menulis genap 300 kata. Entah bagaimana dengan isi tulisanku, berbobot atau tidak yang jelas aku sudah berusaha menulis. Dan aku pun mempublikasikan tulisanku di blog dan membagikan linknya di grup menulis.

Setelah waktu pelatihan menulis selesai pukul 21.00 WIB. Bapak Agus Sampurno membagikan kesimpulan dari materi malam ini.

Beliau menyampaikan bahwa dalam menulis aspek judul mesti diutamakan. Judul membuat orang tertarik sekaligus penasaran. Judul juga bisa membuat anda punya personal branding. Hal yang penting adalah kita mesti ngotot belajar hal yang kita suka. Tidak perlu menjadi ahli. Yang terpenting adalah personal branding yang merupakan aspek dimana kita dikenal karena hal yang menjadi fokus kita. Bagilah hasil belajar anda dengan pembaca lewat tulisan anda di blog.

Sebelum menutup beliau menyampaikan alasan memberikan pilihan judul yang beliau siapkan. Karena secara manusiawi anda akan tertarik dengan kata resep, manfaat dan kata-kata menarik lainnya. Dengan demikian tulisan kita nyata manfaatnya walaupun singkat.

Demikian resume malam ini. Semoga bermanfaat


Share:

Trik menulis Resume Dengan Cepat

Trik Menulis Resume Dengan Cepat

(17 Juni 2020 Teresia Sri Rahayu,S.Pd.SD)

By: Yuliati

 

Bismillah...

Malam ini peserta belajar menulis bersama omjay lewat kuliah online WAG kembali disuguhi dengan kehadiran  seorang guru SD yang  telah mencintai dunia literasi sejak lama. Beliau bernama Teresia Sri Rahayu,S.Pd.SD. Lebih sering dipanggil ibu Tere. Beliau memaparkan perjalanan menulis beliau yang diawali dengan mengikuti grup menulis.

Tidak jauh berbeda denganku. Ibu Tere juga tergabung dalam grup menulis bersama Om Jay. Hanya saja berbeda waktu. Beliau sekitar bulan Februari, gelombang 4. Saat itu beliau melihat salah satu postingan temannya di FB tentang resume dari kegiatan belajar menulis bersama Om Jay. Beliau pun memberanikan diri untuk bertanya pada Om Jay tentang cara untuk bisa ikut kegiatan belajar menulis, lalu akhirnya saya pun digabungkan dalam grup Belajar Menulis Gelombang 4.

Tidak lama setelah bergabung dalam grup, diberitahukan materi pertama adalah personal branding. Lalu Om Jay mendata semua peserta grup Belajar Menulis Gelombang 4 yang sudah memiliki blog. Tujuannya adalah agar setelah menerima materi dari narasumber, peserta membuat resume lalu dikirimkan ke email Om Jay dan diposting di blog masing - masing. Dengan cara tersebut kita bisa menebar banyak kebaikan melalui tulisan yang kita bagikan.

Ketika pertama kali mengikuti model pelatihan melalui WAG beliau merasa bingung ketika harus membuat resume. Beliau mencari informasi tentang resume. Cara membuat serta tips dan trik mudah membuat resume. Bahkan Om Jay sempat memberikan referensi cara membuat resume dari salah satu peserta pelatihan menulis gelombang sebelumnya.

Mencoba mengimitasi gaya menulis resume dari beberapa orang, beliau kesulitan menuangkan ide - ide tulisan dengan lancar. Setelah materi berjalan beberapa kali, dan sesuai anjuran Om Jay untuk melakukan blog walking, beliau mulai menemukan style sendiri dalam menulis resume. dan lebih percaya diri saat menulis resume.

Sebagai blogger pemula, ketika resume yang kita buat diposting di blog. Dibaca oleh orang lain bahkan diberikan komentar merupakan kebanggaan tersendiri. Beliau pun memasang gadget statistik di laman blog agar dapat memantau trafik pengunjung blog secara kontinyu, bahkan melihat banyaknya viewer yang membaca tulisan kita.

Beliau pernah membuat artikel dilihat oleh ribuan pembaca. Dan memiliki resume hasil belajar menulis yang jumlah viewernya bervariasi sekitar ratusan pembaca. Yang terbanyak viewernya yaitu 720 orang

Beliau memiliki pengalaman unik dan menarik ketika mengikuti kegiatan belajar menulis bersama Om Jay. Seluruh peserta mendapat tantangan untuk menulis resume dengan cepat dari pemateri. Bagi yang tercepat, maka akan mendpatkan hadiah dari beliau. Saat itu kondisi sedang mati lampu. Namun akhirnya resume selesai Pkl 01.00 Wita. Ternyata beliau termasuk 10 besar resume tercepat dan akan mendapat hadiah buku yang dijanjikan.

Setelah pengalaman itu, motivasi beliau bertambah untuk selalu berprestasi. Selama ini beliau memiliki dua motivasi dalam menulis sharing dan prestasi.

Dari beberapa resume yang telah dibuat, ada yang mendapat hadiah atau penghargaan yaitu :

1. Resume tercepat : https://www.cikgutere.com/2020/03/gas-gere-berani-menulis-berani.html?m=1

2. Resume terbaik : http://www.cikgutere.com/2020/04/strategi-pemasaran-buku-yang-efektif.html

3. Tulisan terbaik dan inspiratif : https://www.cikgutere.com/2020/05/belajarlah-menulis-dari-kartini-dan-ukirlah-sejarah-karyamu.html?m=1

4. Penghargaan sebagai blogger inspiratif dari Ikatan Guru TIK dan Penerbit Andi Yogyakarta.

 

Beliau adalah orang yang telah merasakan manfaat perkataan Om Jay, "Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Keajaibannya". Keajaiban yang lain dating dari Prof. Richardus Eko Indrajit. Di tengah - tengah penyampaian materi, beliau menantang untuk menulis buku dalam waktu seminggu. Hanya sekitar 21 peserta yang menjawab tantangan itu termasuk Ibu Tere. Setelah melewati proses bimbingan dari beliau dan penguatan dari Om Jay, buku karya beliau yang berkolaborasi dengan Prof. Richardus Eko Indrajit dengan judul "Belajar Semudah Klik, Membangun Ekosistem Ubiquitous Learning Dalam Konsep Merdeka Belajar". Dinyatakan diterima dan diterbitkan oleh Penerbit Andi Yogyakarta yang merupakan salah satu penerbit mayor.

Sebuah pencapaian yang luar biasa bagi beliau. Karena memikul tanggung jawab dan kepercayaan besar dengan adanya penghargaan itu.

Ibu Tere adalah orang yang rendah hati. Tetap merendah meski telah memiliki banyak prestasi. Sebagai penutup beliau membagikan tips menulis resume ala Cikgu Tere :

1.  Menulis resume sesegera mungkin, selagi topik itu hangat. Agar tidak banyak uraian yang terlewat.

2. Menulis resume sesuai dengan gaya menulis kita sendiri. Just be your self.

3. Tangkap point penting materi dari narasumber, modifikasi dengan kalimat sendiri (jangan asal copas materi dari chat)

4. Gunakan pengantar yang menarik sebelum masuk di isi resume

5. Gunakan heading dan sub heading agar resume terkesan lebih rapi tatanannya. Selain itu, penggunaan heading dan sub heading akan membantu pembaca memahami struktur tulisan.

6. Tulislah resume dengan sepenuh hati. Bkn krn sekedar ingin mengerjakan tugas dr Om Jay. Ketika kita sdh menulis resume dengan sepenuh hati, maka pasti kita akan melakukan effort yang lebih dr orang lain / blogger yang lain.

-  Menentukan judul resume yang wow

- Mencari referensi terkait topik

- Merancang "pasar" resume kita dan melakukan strategi promosi

- Merancang tampilan / visual resume dengan menambahkan gambar atau video di resume kita.

- Melakukan editing sederhana (PUEBI)

7. Cari informasi terkait narasumber yang akan kita tulis materinya melalui resume. Semakin kita lengkap dalam memberikan gambaran narasumber, maka point kita akan mnjdi lbh baik drpd peresume yang lain.

8. Gunakan aplikasi atau alat - alat lain yang mendukung kita dalam menulis resume, misalnya jika ada narasumber yang memberikan materi melalui youtube, maka putar videonya di hp, sambil ketik resumenya. Atau jika ada narasumber yang menyampaikan materi melalui voice note, gunakan aplikasi voice to text untuk mengubahnya menjadi text.

9. Lakukan blog walking untuk mencari informasi yang mungkin terlewat serta mencari inspirasi menulis.

Demikian resume dari materi Ibu Tere. Semoga bermanfaat.


Share:

Belajar Bersama Orang-orang Hebat

Belajar Bersama Orang-Orang Hebat

( Agung Pardini, 10 Juni 2020)

By: Yuliati

Bismillah....

Pemateri yang dihadirkan oleh Om Jay malam ini adalah bapak Agung Pardini dan biasa dipanggil guru Agung. Seorang penulis, seorang Master teacher di Sekolah Guru Indonesia dan masih banyak lagi amanah yang diemban oleh guru Agung.

 Saat ini beliau bekerja di Dompet Dhuafa. Salah satu program Dompet Dhuafa yang sejak 2009   adalah SGI (Sekolah Guru Indonesia).

Dalam kesempatan kali ini, beliau memberikan perspektif berbeda dalam urusan penulisan dan penerbitan buku di bidang pendidikan dan keguruan. Berdasarkan pengalamannya bekerja di lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa. Telah terbiasa untuk mengajak para guru-guru yang mengabdi di daerah-daerah pelosok untuk menulis dan berkarya.

Di tengah keterbatasan kondisi geografis dan budaya, aktivitas menulis dan berkarya ini memiliki tantangan sendiri buat para guru-guru di sana. Adapun beberapa kendala tersebut adalah:

1. Gaya bahasa, ada beberapa istilah Bahasa Indonesia yang dimaknai secara berbeda di daerah.

2. Penggunaan komputer, banyak yang belum mengenal MS Office

3. Listrik, di beberapa wilayah hanya menyala di malam hari.

4. Ejaan yang (belum) disempurnakan

Cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala diatas salah satunya adalah dengan model pendampingan intensif. Secara sabar para konsultan dan guru-guru relawan akan melakukan pendampingan dan bimbingan selama kurang lebih setahun. Bukan tugas yang mudah. Butuh kesabaran dari para relawan.

Beliau menjelaskan kembali bahwa Dompet Dhuafa sendiri dibangun oleh para jurnalis senior Republika di era-era awal. Sehingga setiap program yang dikerjakan buat pemberdayaan guru di daerah harus memiliki produk buku atau tulisan.

Ada beberapa ragam jenis kegiatan menulis dan berkarya yang biasa  diberikan kepada guru-guru di pelosok. Outputnya tidak harus buku, ada yang berbentuk PTK, jurnal, media pembelajaran, puisi, dan lain sebagainya.

Tentu saja timbul pertanyaan, bagaimana cara mengajarkan guru-guru itu menulis?

 

Beliau menjelaskan memiliki  cara yang unik. Yakni dengan menulis "Jurnal Perjalanan Guru". Jurnal ini wajib dikerjakan oleh setiap guru yang sedang mengikuti proses pembinaan di kampus SGI. Setiap malam mereka harus menulis pengalaman mereka selama siang hari. Modelnya bisa macam-macam. Ada yang curhat, sampai ada yang membahas suatu teori kependidikan dan kepemimpinan.

Setelah pagi tiba, sebelum beraktivitas dalam pembinaan, semua jurnal tadi dikumpulkan untuk diapresiasi dan ditanggapi. Jadi ini bisa jadi semacam refleksi dan evaluasi. Yang mirip sekali dengan kebiasaan menulisnya *Om Guru Wijaya Kusuma*, yang senang menulis cerita harian di blog.

Melalui Kebiasaan menulis jurnal harian ini, Guru jadi terlatih buat menulis. Melalui jurnal ini pula  para pengelola dan dosen jadi tahu ttg perasaan dan pikiran yang tengah bergejolak di hati paa guru. Jika ada perasaan hati yang negatif, kita bisa langsung coaching atau konseling. Ada yang rindu keluarga, ada yang sakit hati... macam-macam ceritanya.

Satu hal penting yang beliau sampaikan "Kalau gak banyak baca, ya gak bakal banyak menulis." Membaca akan melatih kepekaan literasi mereka. Makanya  diadakan bedah buku rutin. Ada yang harian, ada yang pekanan.

Beliau melanjutkan, dalam proses pembinaan guru di SGI, setiap pagi  ada apel. Yang bertugas sebagai pembina apel (bergantian), dialah yang akan memberi kajian bedah buku.Tidak harus yang berat-berat, novel pun bisa.

Selain bedah buku, untuk memantau kemajuan bacaan para guru, setelah apel biasanya ada aktivitas "Semangat Pagi" Yakni memberi motivasi secara bergantian, dengan menggunakan kata-kata yang dinukil dari para tokoh. Ini efektif juga buat meningkatkan kepekaan literasi buat para guru.

Beliau sangat percaya bahwa menulis buat para guru adalah lompatan dan percepatan peningkatan kapasitas, kompetensi, dan rasa percaya diri.

Banyak hal penting yang dapat kita pelajari dari apa yang disampaikan oleh Pak Agung kali ini. Luar biasa adalah kata yang pantas untuk menggambarkan orang-orang  hebat yang dihadirkan Om Jay dalam grup belajar menulis. Merasa beruntung memiliki kesempatan untuk belajar menulis bersama orang-orang hebat. Merasa rugi karena masih banyak rekan rekan guru di daerah yang sama yang belum berkesempatan mengikuti pelatihan ini.

Harapan di hati ingin agar teman teman sesama pendidik satu daerah memiliki kesempatan dan keinginan yang sama untuk mengembangkan kemampuan menulis. Namun biarlah waktu yang akan menjawab harapan itu.

Keinginan untuk menjadi manusia yang mampu memberikan manfaat lewat tulisan adalah bagian dari passion diri yang masih harus terus digali. Agar mampu memberikan sesuatu yang akan dikenang meski sudah tutup usia. Seperti yang disampaikan guru Agung,"menulislah, maka engkau ada."

Guru Agung juga menyampaikan menulis bukan pekerjaan mudah. Perlu lingkungan yang kondusif untuk mengembangkan kemampuan menulis. Perlu orang-orang yang satu persepsi sebagai pencinta literasi. Salah satunya adalah komunitas menulis. Berarti tak salah langkah jika aku memilih komunitas belajar menulis yang dibimbing Om Jay dan kawan-kawan. Orang-orang yang ikhlas berbagi dalam segala kondisi.

Semoga Allah memberikan balasan kebaikan yang banyak sebagai pemberat amal kebaikan di Yaumil hisab. Semoga tetap terjaga semangat untuk berbagi.

 


Share:

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.